Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Diperiksa  

Tim Koresponden SCTV

Petugas memeriksa hewan kurban di Tasikmalaya, Jabar.
25/11/2009 06:23
Liputan6.com, Denpasar: Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (24/11), memeriksa lokasi penjualan hewan kurban yang marak jelang Idul Adha. Pemeriksaan diprioritaskan pada hewan yang didatangkan dari luar daerah, yakni dokumen dan kondisi fisiknya. Langkah ini bertujuan agar semua hewan kurban bebas dari penyakit.

Jelang Idul Adha juga permintaan hewan kurban meningkat di Brebes, Jawa Tengah. Pemandangan itu terlihat di pasar hewan Bumiayu. Para pedagang dari berbagai kota berkumpul menawarkan hewan kurban. Para pembelinya pun datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Hewan kurban di Brebes dijual dengan harga bervariasi tergantung berat badannya. Kambing misalnya antara Rp 500 ribu hingga Rp 1.500.000 per ekor. Sedangkan sapi antara Rp 4.500.000 hingga belasan juta rupiah per ekor.

Di tempat terpisah petugas Dinas Pertanian Solo, Jawa Tengah, meningkat. Mereka memeriksa ratusan kambing di salah satu sentra penjualan hewan ternak di Brengosan. Petugas ingin mengetahui layak tidaknya hewan itu untuk dijual. Dalam razia ini petugas menemukan banyak kambing yang berpenyakit. Mereka memberi tetes obat mata juga menyuntik hewan yang demam.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan di Purwakarta, Jabar. Petugas gelar inspeksi mendadak ke pasar hewan dan memeriksa hewan yang dijual. Hasilnya ditemukan hewan kurang sehat serta hewan yang belum cukup usia untuk dikurban. Setelah pemeriksaan terhadap hewan dan dinyatakan sehat petugas memasang label sehat pada leher hewan kurban.

Temuan hewan yang sakit juga dialami petugas Dinas Peternakan di Bandar Lampung, Lampung. Hewan-hewan itu berada di tempat penjualan di Jalan Cut Nyak Dien, Tanjung Karang Pusat. Selain diare dan keratitis petugas juga menemukan kambing yang menderita cacingan. Binatang itu pun dikarantina karena dikhawatirkan akan menular hewan lain.

Pemandangan sedikit berbeda terjadi di Semarang, Jateng. Situasi penjualan hewan kurban belum menunjukkan peningkatan. Menurut sejumlah pedagang di kawasan Kota Ungaran, penjualan hewan kurban tahun ini cenderung sepi. Berbeda dibandingkan tahun kemarin. Tiga hari sebelum Hari Raya Kurban, penjualan hewan sudah ramai.

Sebaliknya di Solok, Sumatra Barat, penjualan hewan ternak justru meningkat tajam. Di pasar ternak Muara Panas setiap harinya sekitar 800 hingga 1.000 hewan kurban terjual. Para pembeli lebih suka membeli langsung sapi kurban di pasar ini karena masih menggunakan cara transaksi tradisional. Jika pintar menawar pembeli bisa mendapat harga yang lebih murah. Simak selengkapnya video berikut ini.

Inspeksi mendadak juga ditempuh petugas Dinas Peternakan Denpasar, Bali, ke sejumlah tempat penjual kambing kurban. Penjual hewan kurban di kawasan Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani, pun terkena operasi ini. Sejak beberapa hari diberlakukannya sidak pemeriksaan kesehatan hewan kurban, hingga Selasa (24/11), petugas belum menemukan adanya kambing cacat atau yang tertular penyakit berbahaya [baca: Dinas Peternakan Bali Sidak Hewan Kurban].(AIS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
anita @ Rabu, 25 November 2009 | 17:21
yach... moga aja dengan persiapan yang sedemikian rupa, idul adha nanti biza berjalan lancar..... amin....

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code