Berita Terpopuler
- Mubarok: Kesetiaan dan Pengkhianatan Menuai Buah
- Rekomendasi Soal Bank Century Siap Dikirim
- Megawati: Hormati Rekomendasi DPR
- Teroris Aceh Tak Pengaruhi Kunjungan Obama
- Ketua Demokrat Temui Taufik Kiemas
- Syarif Hasan: Tidak Ada Barter
- Dugaan Barter Kasus Bergulir
- Presiden Gelar Rapat Sebelum Bertolak ke Australia
- Teroris Aceh Tak terkait Kedatangan Obama
- Mega Tunggu Putusan Hukum Kasus Suap Deputi Senior BI
Korban Tewas Dumai Ekspres Mencapai 30 Jiwa
Aloysius Aran
23/11/2009 04:33
Liputan6.com, Dumai: Korban tewas kapal Dumai Ekspres 10 yang tenggelam di Pulau Tokong Hiu, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terus bertambah. Hingga Ahad (22/11) malam, korban tewas kapal Dumai Ekspres 10 mencapai 30 jiwa dari 258 penumpang. Dari total itu, baru tiga korban meninggal yang sudah berhasil diidentifikasi berjumlah tiga orang.
Mereka adalah Sri Amani (1,5), Bram (40), dan Boeng (50). Sementara sisanya masih belum teridentifikasi karena tak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban. Pencarian korban yang dihentikan sementara karena malam tiba akan dilanjutkan hari ini.
Sementara para keluarga korban berdatangan ke Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepri, menunggu kabar dari regu penolong. Salah seorang di antaranya adalah Henny Sihombing yang tak henti-hentinya mencoba menghubungi telepon genggam adik iparnya, Christina Siahaan, yang turut dalam kapal nahas tersebut.
Menurut Henny, Christina berangkat bersama suaminya Kamto Sinaga menuju Dumai untuk melihat sang ibu yang kini dirawat di rumah sakit. Christina sempat menghubungi melalui ponsel bahwa dia sedang terombang-ambing ombak. Namun, sambungan terputus. Dua jam kemudian, sang adik mengabarkan ia bersama suaminya diselamatkan regu penolong.
Kapal Dumai Ekspres 10 adalah kapal penyeberangan jenis ferry yang dioperasikan perusahaan swasta. Kecelakaan ini adalah kali pertama sejak Dumai Ekspres beroperasi [baca: Kapal Penumpang Dumai Express 10 Tenggelam].(ZAQ)
Mereka adalah Sri Amani (1,5), Bram (40), dan Boeng (50). Sementara sisanya masih belum teridentifikasi karena tak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban. Pencarian korban yang dihentikan sementara karena malam tiba akan dilanjutkan hari ini.
Sementara para keluarga korban berdatangan ke Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepri, menunggu kabar dari regu penolong. Salah seorang di antaranya adalah Henny Sihombing yang tak henti-hentinya mencoba menghubungi telepon genggam adik iparnya, Christina Siahaan, yang turut dalam kapal nahas tersebut.
Menurut Henny, Christina berangkat bersama suaminya Kamto Sinaga menuju Dumai untuk melihat sang ibu yang kini dirawat di rumah sakit. Christina sempat menghubungi melalui ponsel bahwa dia sedang terombang-ambing ombak. Namun, sambungan terputus. Dua jam kemudian, sang adik mengabarkan ia bersama suaminya diselamatkan regu penolong.
Kapal Dumai Ekspres 10 adalah kapal penyeberangan jenis ferry yang dioperasikan perusahaan swasta. Kecelakaan ini adalah kali pertama sejak Dumai Ekspres beroperasi [baca: Kapal Penumpang Dumai Express 10 Tenggelam].(ZAQ)
