Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Berita Terpopuler
- Ical Minta Kader Golkar Dukung Penyelidikan Century
- Ikut Demonstasi, Serikat Pekerja Diminta Tak Anarkis
- Pansus Batal Berikan Kesimpulan Sementara
- Soal Garuda di Armani, Pemerintah Diminta Bersikap
- Survei Membuktikan, Popularitas SBY Turun
- Jusuf Kalla: Wapres Kalah dari Camat
- Peluang Ayu Azhari Menipis
- Pansus Gagal Rumuskan Kesimpulan Sementara
- Menko Polhukam: Jangan Bertindak Anarki
- Pengamat: Kinerja Pemerintah Hanya Omongan
Delapan Warga Filipina Terdampar
Yus Ariyanto11/11/2009 08:40
Liputan6.com, Palu: Delapan warga Filipina terdampar karena kapal cepat (speed boat) mereka kehabisan bahan bakar. Kini, mereka ditampung di Rumah Detensi Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah. "Mereka sudah selasai menjalani pemeriksaan dan mereka murni karena terdampar," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Palu Jusuf Saddu, Rabu (11/11).
Ia mengatakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas Imigrasi, tidak ditemukan adanya pelanggaran UU keimigrasian atau tindakan kriminal lain. "Mereka semua memang tidak memiliki identitas diri, termasuk dokumen keiimigrasian," ujarnya kepada ANTARA. Selanjutnya, kedelapan warga Filipina itu akan diserahkan kepada Kantor Imigrasi di Manado (Sulut) untuk proses deportasi ke negara asal mereka.
Namun sebelum mereka dideportasi, Imigrasi Manado akan melakukan koordinasi dengan Konjen Filipina di daerah itu untuk memastikan kewarganegaraan mereka.
"Kalau Konjen mengakui bahwa mereka benar adalah warga Filipina, maka proses deportasi sudah dapat dilakukan," kata dia.
Sater, nakhoda speed boat yang terdampar di Tolitoli itu meminta kepada petugas Imigrasi Palu untuk mendatangkan kapal mereka yang kini masih berada di Ogotua, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli ke Palu, ibu kota Sulteng."Namun permintaan mereka belum disetujui," ujarnya.
Kedelapan warga Filipina yang terdampar dan selamat itu ditemukan pertama kali oleh sejumlah nelayan yang sedang menangkap ikan di perairan Tolitoli. Saat mereka ditemukan nelayan, kondisinya sangat memprihatinkan. Tiga rekan mereka sudah meninggal.
Berdasarkan keterangan para korban, mereka terdampar karena kapal yang mereka tumpangi kehilangan arah dan kehabisan BBM. Kapal yang mengangkut 11 penumpang asal Filipina itu berangkat dari Lahar Datu, Malaysia, menuju pulau Tave-Tave, Filipina, pada 27 Oktober 2009. Selama terkatung-katung di laut, mereka terpaksa makan sabun, rumput laut dan minum air asin untuk bisa bertahan hidup.(YUS)
Ia mengatakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas Imigrasi, tidak ditemukan adanya pelanggaran UU keimigrasian atau tindakan kriminal lain. "Mereka semua memang tidak memiliki identitas diri, termasuk dokumen keiimigrasian," ujarnya kepada ANTARA. Selanjutnya, kedelapan warga Filipina itu akan diserahkan kepada Kantor Imigrasi di Manado (Sulut) untuk proses deportasi ke negara asal mereka.
Namun sebelum mereka dideportasi, Imigrasi Manado akan melakukan koordinasi dengan Konjen Filipina di daerah itu untuk memastikan kewarganegaraan mereka.
"Kalau Konjen mengakui bahwa mereka benar adalah warga Filipina, maka proses deportasi sudah dapat dilakukan," kata dia.
Sater, nakhoda speed boat yang terdampar di Tolitoli itu meminta kepada petugas Imigrasi Palu untuk mendatangkan kapal mereka yang kini masih berada di Ogotua, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli ke Palu, ibu kota Sulteng."Namun permintaan mereka belum disetujui," ujarnya.
Kedelapan warga Filipina yang terdampar dan selamat itu ditemukan pertama kali oleh sejumlah nelayan yang sedang menangkap ikan di perairan Tolitoli. Saat mereka ditemukan nelayan, kondisinya sangat memprihatinkan. Tiga rekan mereka sudah meninggal.
Berdasarkan keterangan para korban, mereka terdampar karena kapal yang mereka tumpangi kehilangan arah dan kehabisan BBM. Kapal yang mengangkut 11 penumpang asal Filipina itu berangkat dari Lahar Datu, Malaysia, menuju pulau Tave-Tave, Filipina, pada 27 Oktober 2009. Selama terkatung-katung di laut, mereka terpaksa makan sabun, rumput laut dan minum air asin untuk bisa bertahan hidup.(YUS)
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
