Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Berita Terpopuler
- Ical Minta Kader Golkar Dukung Penyelidikan Century
- Ikut Demonstasi, Serikat Pekerja Diminta Tak Anarkis
- Pansus Batal Berikan Kesimpulan Sementara
- Soal Garuda di Armani, Pemerintah Diminta Bersikap
- Survei Membuktikan, Popularitas SBY Turun
- Jusuf Kalla: Wapres Kalah dari Camat
- Peluang Ayu Azhari Menipis
- Pansus Gagal Rumuskan Kesimpulan Sementara
- Menko Polhukam: Jangan Bertindak Anarki
- Pengamat: Kinerja Pemerintah Hanya Omongan
Keberadaan Ong Yuliana Masih Misteri
Slamet Riadi06/11/2009 17:46
Sejak 1980, Yuliana sudah meninggalkan keluarga dan rumahnya karena bekerja di Jakarta. Rumah tua yang kini ditempati saudara Yuliana tersebut terlihat tidak terawat. Bahkan, aliran listrik dan air bersih sudah diputus oleh petugas.
Nama Yuliana mencuat setelah disebut-sebut dalam percakapan dengan pengusaha Anggodo dalam rekaman dugaan rekayasa kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Yuliana pula yang menyebut nama RI-1 sehingga memunculkan polemik [baca: Inilah Rekaman yang Menghebohkan Itu].
Ong Yuliana Gunawan sontak menjadi buah bibir. Nama dan suaranya disebut dalam pemutaran rekaman di sidang Mahkamah Konstitusi, Selasa silam. Dari nada suaranya lewat telepon, wanita itu terkesan dekat dengan Anggodo Widjojo yang kini menjalani pemeriksaan maraton sebagai saksi dalam kasus kriminalisasi terhadap KPK.
Pertanyaan pun muncul. Apakah Ong Yuliana orang yang sama dengan bandar shabu asal Surabaya, Jawa Timur?
Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, ada rekam jejak yang cukup menarik dari Ong Yuliana. Dekitar November 2005, Kepolisian Resor Kota Surabaya Selatan, berhasil menangkap Yuliana yang berprofesi sebagai tukang pijat saraf di rumahnya, Jalan Kedungdoro. Yuliana ditangkap karena menyimpan shabu. Namun ketika diperiksa polisi, dia mengelak dituduh sebagai bandar narkotik. Yuliana hanya mengakui bahwa shabu yang disimpan itu untuk dirinya sendiri.
Beberapa waktu sebelumnya, Yuliana juga pernah ditangkap polisi di Yogyakarta dengan alasan yang sama, yakni shabu. Tapi, semua masalah yang menderanya dilalui dengan cara yang luar biasa. Yuliana selama dalam tahanan diperlakukan cukup istimewa. Bahkan ada hal yang lebih menarik, ketika perkaranya sudah dinyatakan P21 atau lengkap, dalam peristiwa penangkapan di Surabaya Selatan tersebut, ternyata dengan alasan yang tidak jelas, Yuliana tetap berada di sel tahanan polisi.
Seharusnya, setelah perkara sudah dinyatakan P21, penahanan Yuliana dipindahkan dari tahanan polisi ke lembaga pemasyarakatan. Faktanya, dengan segala kelebihan yang dimiliki, Yuliana berhasil tetap berada di tempatnya semula. Dalam sidang, akhirnya Ong Yuliana divonis dua setengah tahun. Ia pun terpaksa harus merasakan dinginnya LP Kelas I Medaeng, Surabaya.
Wanita berkulit putih ini merupakan adik Fredy Mappatula, peragawan sekaligus teman Roy Marten saat menghuni LP Cipinang. Mereka bertiga pernah bertemu di Penjara Medaeng, Surabaya, pada 31 Maret 2007. Walaupun berusia 47 tahun, berkat operasi plastik, Ong tetap kelihatan muda. Adapun kepada penyidik, Yuliana mengaku mengonsumsi shabu bukan untuk hura-hura, melainkan sebagai penambah tenaga. Kebetulan, dia merupakan pemijat saraf dengan pasien belasan orang setiap harinya.
Selain di Surabaya, dan Yogyakarta, kabarnya Yuliana juga pernah dihukum di LP Madiun, Jawa Timur. Namun sejak itu, kabar Yuliana seperti ditelan bumi. Dia tidak lagi dapat ditemukan dan baru nama yang sama disebut dalam kasus dugaan rekayasa kriminalisasi KPK. Nama Ong Yuliana yang sekarang di belakangnya ditambahkan nama Gunawan. Lengkapnya menjadi Ong Yuliana Gunawan muncul setelah disebut-sebut oleh orang yang diduga bernama Anggodo Widjojo. Pertanyaan berikutnya, ada hubungan apa antara Yuliana dan Anggodo?(ADO/ANS)
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
