Bubarkan Balapan Liar, Enam Polisi Dikeroyok  

Achmad Yani
06/09/2009 10:59
Liputan6.com, Palu: Sejumlah pemuda mengeroyok enam anggota patroli motor (Patmor) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Pengeroyokan di kawasan Pantai Taman Ria, Palu, Sulteng terjadi saat ke enam anggota Patmor itu berupaya membubarkan aksi balapan liar, Sabtu (5/9).

Menurut keterangan para saksi, seperti dilansir ANTARA, para pemuda itu marah karena tak ingin balapan tersebut dibubarkan. Seorang saksi mata yang enggan identitasnya disebutkan mengatakan, di antara pemuda yang mengeroyok polisi itu, ada yang berambut cepak dan berbadan tegap. Setelah mengeroyok, mereka langsung meninggalkan korban.

Akibat kejadian itu, dua anggota polisi mengalami luka tikam. Mereka adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Jumadi Yunus dan Bripda Kurniawan. Saat ini kedua korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Bhayangkara karena mengalami pendarahan serius. Sementara itu, empat rekannya mengalami luka memar akibat pukulan di bagian tubuhnya.

Jalanan di kawasan Pantai Taman Ria memang sering dijadikan ajang balapan liar, terutama di saat bulan Ramadan. Polisi berulang kali telah membubarkan kegiatan itu, tapi para pembalap liar tetap saja melakukan aksinya.(DIO)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
adji @ Jumat, 18 September 2009 | 23:13
balapan liar adalah adu nyali dannyawa
Truwox @ Minggu, 06 September 2009 | 14:26
Bagaimana bisa polisi malah di kroyok penjahat, klo polisi kalah dengan pelaku kerusuhan, siapa yang yang hrus mengamankan?
affanjak @ Minggu, 06 September 2009 | 13:52
sungguh menyedihkan melihat polisi saat ini, apakah sudah tidak ada cara lagikah untuk mengangkat citra polisi yg disegani, siap dalam menghadapi semua permasalahan, HAM boleh saja dijunjung tinggi tapi kalau jelas kalau akan ada penganiayaan, penyerangan markas seharusnya polisi sudah punya SOP sendiri yg effektif, bukan malah sembunyi seperti yg terjadi di matraman, langsung angkat senjata kalau ada yg mengancam bukan malah sembunyi, jelas penyerangan adalah hal yg harus dihadapi dengan tegas jika perlu dengan senjata karena itu juga termasuk pembelaan diri ,seperti di negara lain,majulah polisi hadapi semua tantangan dengan persiapan penuh setiap saat apapun tantangan itu
sandi @ Minggu, 06 September 2009 | 12:10
usut tuntas masalah pengeroyokan anggota polisi tersebut,karena kalo tidak ,akan menjadi contoh yang tidak baik di masa yang akan datang!!???
Sukidi Mantono @ Minggu, 06 September 2009 | 11:46
balapan liar dan pelanggar lalu lintas adalah salah satu tanggungjawab tokoh agama. tantangan untuk Pendeta dan Ustat bartanggungjawab

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code