Ba'asyir Kritik Rencana Polri Awasi Dakwah  

Wiwik Susilo

Abu Bakar Ba'asyir memberikan dakwah di Wisma Batari, Sukoharjo.
24/08/2009 17:01
Liputan6.com, Solo: Rencana Polri untuk meningkatkan pengawasan dakwah selama Ramadan, sebagai upaya tindakan pencegahan terorisme mendapat tanggapan kritis dari sejumlah kalangan termasuk para tokoh Islam. Usai menjadi narasumber talk show bertajuk "Nasib Umat Islam Pascapemilihan Presiden" di Wisma Batari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (23/8), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ustad Abu Bakar Ba'asyir menyatakan, pengawasan yang dilakukan polisi tidak perlu dilakukan karena akan menimbulkan salah paham di antara masyarakat. Pasalnya, jika pengawasan tetap dilakukan, pemerintah sekarang dinilai kembali pada masa rezim Orde Baru. "Hanya menimbulkan ketegangan," katanya.

Ba'asyir tak khawatir dakwahnya diawasi polisi. Ia telah terbiasa mendapat pengawasan dari polisi setiap berdakwah. Bahkan dalam acara tersebut, lelaki kelahiran 17 Agustus 1938 itu sempat menyindir polisi yang mengawasi ceramahnya. Dia menjelaskan bahwa ceramah yang diucapkan hanya bersumber dari Al Qur'an dan Al Hadist.

Penolakan terhadap pengawasan dakwah oleh kepolisian juga diungkapkan oleh Munarman, mantan Panglima Komando Laskar Islam. Menurutnya langkah pengawasan terhadap dakwah ulama yang diinstruksikan Mabes Polri merupakan kebijakan yang perlu dikoreksi. Pasalnya, jika tindakan ini dilakukan sama saja dengan melanggar hak asasi manusia terkait pelarangan warga untuk beribadah. "Secara hukum tidak ada aturan yang mengikat untuk membatasi warga untuk menjalankan ibadah," ujarnya.

Munarwan menambahkan, seharusnya polisi tak usah khawatir dan mencurigai Islam dengan melakukan pengawasan dakwah. Sebab ceramah ataupun dakwah tidak ada kaitannya dengan terorisme. Jika rencana pengawasan terhadap aktivitas dakwah para ulama dilakukan, hal tersebut adalah kebijakan yang menyudutkan umat Islam.

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) mengecam rencana Polri menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk mengawasi dakwah selama Ramadan [baca: FPI Kecam Rencana Polri Awasi Dakwah]. Selengkapnya simak video berita berikut ini.(ASW/AND)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
jeff @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 06:05
Kalau bersih, mengapa risih?
congac @ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:55
begitulah republik ini ,semakin tua semakin pikun jalan pikiranya . gethol dengan budaya modern tapi nggak tahu jalan keluarnya .
m kartadi @ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:04
loh munarman masih hidup yah ??? hilangin aja sih....
Arman @ Senin, 24 Agustus 2009 | 21:55
Justru orang seperti Baasyirlah yang terus diawasi sebagai agen penyebar paham anti amerika dengan cara kekerasan dan provokasi
dhimas @ Senin, 24 Agustus 2009 | 20:55
Semua kegiatan asal bertujuan benar tidak ada tendensi yg menyimpang, tentu tdk usah takut diawasi siapapun...bahkan dalam kegiatan apapun dan dalam kondisi apapun orang yang beriman tentu selalu merasa diawasi oleh yang Maha Kuasa..dan itulah pengawas sejati...selama kita benar ngapain kok ribut-ribut mau diawasi kek mau nggak kek...justru kalau banyak ngawasin berarti kan yang memperhatikan banyak..selama kita amar ma'ruf nahi munkar...ya monggo saja...

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code